TUMBAL (NYI BLORONG)

( Cerita ini Cerpen Misteri tak ada lanjutan)

TUMBAL

(Karya : Albert )


Semua orang sudah tahu tentang Mitos dari Nyi Blorong. Nyi Blorong dipercaya dapat mendatangkan kekayaan bagi orang yang tertarik mengajaknya untuk bersekutu.


Begitu juga dengan Sammy, seorang Ojek Online yang melalui kenalannya rela menempuh perjalanan jauh ke daerah Gunung Merapi.


Dia hendak memperoleh pesugihan dari Nyi Blorong atau ada yang menyebutnya Ratu Ular.

Dimana perjalanan Sammy ini akan menjadi perjalanan tergelap dalam hidupnya di Zona Tengah Malam

Hujan lebat menggebrak bumi. Guntur menggelegar berkepanjangan. Kilat sambar menyambar. Saat itu baru lepas tengah hari. Tapi hujan lebat, gumpalan awan menghitam membuat suasana seperti dicengkeram gulitanya malam. 


Dua orang berhenti di kaki gunung Merapi sebelah barat yang merupakan bukit berbatu-batu hampir tanpa pepohonan. Suasana tampak gersang meski tengah dihajar hujan yang mencurah sangat deras dari langit. Kaki gunung dicekam kesunyian aneh di tengah hujan yang mengguyur. 


Sesekali terlihat kilat menyambar dan suara geledek menggelegar merobek gendang telinga. Suara tiupan angin di kejauhan, bergaung di sela bebatuan.


Sammy yang memakai kemeja hitam lusuh yang telah kuyup kena air hujan mengangkat kepala memandang ke arah puncak gunung Merapi. Kabut tipis yang sedari tadi berbondong – bondong turun dari puncak gunung nampak membungkus sudut – sudut Gunung Merapi.


Diam-diam dia merasakan adanya keangkeran tersembunyi di Gunung Merapi itu.


"Maaf Aku hanya bisa mengantarmu sampai disini, Sammy " kata Ki Topo.


"Mengapa tidak sampai puncak Ki? " tanya Sammy.


"Sulit bagiku untuk menerangkan padamu. Kau telah berani datang ke mari dan memikirkan segala resiko yang kelak akan kau terima. Bahkan hendak naik ke puncak gunung ini. Kau akan menemui makhluk itu dan mengikat janji dengan jaminan nyawa keluarga dan nyawamu sendiri. Jika kau tidak yakin dan ingin mengurungkan niat mu. Lakukan sekarang mumpung kau belum ada di puncak. Jangan sampai sudah di puncak kau tidak yakin. Sama saja kau hanya mengantar nyawa, mati sia – sia dan menjadi bangkai," kata Ki Topo.

Tampaknya keputusan pemuda itu sudah bulat.

"Baiklah, aku sudah yakin 100 persen. Ki Topo silahkan pulang. Matur Nuwun, Ki."

Sammy menaiki gunung itu setapak demi setapak tanpa menghiraukan hujan lebat yang mengguyurnya itu.

Entah berapa lama, yang pasti dia hampir di puncak gunung. Saat...

DUARRRRRR

Petir menggelegar menyambarnya.

AAAAAHHHHHHH


Sammy terjatuh dari gunung itu ke bawah..

Gelap...

Gelap terasa...


Saat dia membuka mata, didapatinya dirinya berada di depan gerbang bangunan sangat besar beratap tinggi. Pada kiri kanan bangunan yang berdinding batu pualam itu berjejer masing-masing dua belas buah pilar putih berukiran indah sekali. 


Lalu di antara jejeran dua belas tiang ini, pada pertengahan lantai terbentang sehelai permadani tebal berwarna biru membujur dari tangga di sebelah depan bangunan dekat Sammy berdiri. 


Permadani ini membujur terus ke arah bagian ujung lain dari bangunan besar itu. Di sebelah ujung sana tampak tangga terdiri dari lima undakan, dan diundakan paling atas lantainya ditutupi sehelai permadani tebal berwarna merah. 


Di tengah-tengah ruangan besar di atas tangga itu terdapat sebuah kursi besar berukiran kepala naga pada kedua tangannya dan ukiran kepala burung garuda pada sandarannya sebelah atas.


Saat itu Sammy melihat pintu putih yang di atasnya ada lampu berwarna merah terbuka, lalu menyusul pintu putih di sebelah kiri yang ada lampu hijau. Dua orang gadis berparas cantik berkulit putih, satu memakai kebaya pendek warna putih, satunya warna merah melangkah ke arahnya.


Pakaian yang dikenakan kedua gadis sangat rendah di bagian dada sehingga sebagian payu daranya tersembul di ujung atas pakaian bagian depan.


Sementara bawahan gadis- gadis itu memakai semacam kain jarik corak coklat bercampur putih.


Pada tepi kiri jarik itu terdapat belahan tinggi sampai ke pangkal paha.


Tak lama muncullah seorang perempuan muda berkebaya telah duduk di atas kursi besar sementara lima gadis tegak di samping kiri kanan kursi.


Lalu perempuan muda berkebaya itu berkata dengan wibawa,"Sammy, selamat datang di istana ku ini. Mohon maaf, jika sambutan kami kurang berkenan di hati mu."


Sammy duduk bersila dan memberi hormat kepadanya "Salam Wahai Nyonya. Bolehkah Hamba bertanya siapakah dirimu?"


Perempuan itu tersenyum,"Aku adalah orang yang kau cari. Aku Nyi Blorong."


"Ampun Nyi Blorong, Hamba datang kemari ingin memperoleh kekayaan. Apapun syaratnya hamba sanggup."


Nyi blorong menatap dengan tajam pemuda yang bersila di hadapannya itu.

"Sediakan satu kamar kosong untukku di tempat tinggal yang kau diami sekarang. Setiap malam tertentu aku akan datang dan kau harus meluangkan waktu denganku."


Perempuan itu lalu beranjak dari kursi singgasananya lalu memandang Sammy.

"Ada 3 Syarat yang tak bisa kau langgar : Pertama, Kau tidak boleh berhubungan badan dengan wanita lain selain aku. Kedua, jangan sampai kau membiarkan orang lain masuk ke ruangan kosong itu. Ketiga, Kau harus memberikan tumbal berupa gadis gadis muda untukku. Jika satu ataupun tiga syarat itu kau langgar, nyawamu taruhannya."


Sammy menyanggupi syarat itu.

Nyi Blorong kemudian mengirimkannya kembali ke tempat asalnya tadi.


Setelah sampai di Jakarta, Sammy mengontrak sebuah rumah sederhana dengan 2 kamar. Dia tinggal di kamar depan. Sedangkan kamar satunya dijadikan ruangan khusus untuk bertemu Nyi Blorong.


Setiap malam tertentu, Sammy berhubungan badan dengan Nyi Blorong.

Setelah selesai berhubungan badan, maka sisik-sisik emas yang ada di tubuh Nyi Blorong akan rontok menjadi serpihan emas.


Serpihan emas itulah yang menjadi modal kekayaan Sammy hingga dia mampu membeli Rumah Mewah.


Sebagai Tumbal, Sammy selalu mengorbankan gadis gadis muda yang dia kencani. Tentunya saat berkencan tidak sampai berhubungan badan.


3 Tahun Berlalu....

Sammy telah menjadi Milyuner yang memiliki 4 Pabrik, 2 Mansion dan 3 Rumah Mewah.

Sayang dia tidak boleh memiliki istri atau anak.


Tapi satu hal yang dia lupakan...

Adik dan Ibu nya sudah lama ia telantarkan di kampung.

Hingga suatu malam adik perempuannya yang bernama Selma datang berkunjung.

Dia sudah banyak mendengar gosip tentang pesugihan itu dari khalayak ramai.

Namun dia tidak percaya.

"Mau apa kau datang kemari Selma? Pergi !!! Kalo butuh uang tinggal kutransfer!"

Itulah kata kata yang dilontarkan Sammy kepadanya saat dia berkunjung ke rumahnya.


Sammy takut selma akan membuka ruangan khusus di rumahnya.

Namun takdir berkata lain...

Selma didorong rasa penasaran nekad menyusup ke rumah Sammy saat dia lagi keluar kota.

Selma dengan dibantu temannya yang bekas maling mencongkel pintu rumah Sammy.

Setelah berkeliling di rumah itu, dia melihat pintu yang ditandai warna merah dan ukir ukiran ular.

"Coba dobrak pintu ini, Cok!" perintah Selma ke Ucok.

Ucok berhasil mendobraknya...


Dan...

Selma hanya melihat ranjang besar, meja rias dan mangkok tempat menyan.


"Ini ya ruang pesugihannya? " tanya Selma.


Bersamaan itu Sammy yang lagi tidur di hotel mewah di Surabaya terbangun oleh desisan ular.


Nyi Blorong datang di hadapannya...


"Sammy, Kau telah melanggar Syarat Kedua. Kau yang jadi Tumbal terakhirmu!"

"Ampun Nyi, tapi apa salah hamba???"

"Adikmu telah memasuki ruangan kosong di rumahmu."


Sammy meminta ampun, namun terlambat! 

Selma yang telah berhasil masuk ke dalam, juga turut membawa Pemuka Agama untuk mendoakan ruangan khusus itu.


SSSSSSHHHHH


Sammy menjerit saat ratusan ular mematoknya dan melilit tubuhnya...

Sammy tewas dengan kondisi mengerikan.


Saat dia bangun, dia berada di daerah yang tumbuh pepohonan lebat.


Dimana dia melihat pemandangan mengerikan..

Yang paling mengerikan ialah manusia- manusia yang digantung ke cabang pohon dengan lidahnya sendiri! Kelihatannya lidah mereka ditarik keluar lalu lidah itu diikatkan ke cabang pohon! Banyak diantara mayat yang tergantung itu berada dalam keadaan perut terbuai hingga isi perutnya kelihatan jelas memberojot keluar.


Nyi blorong muncul di depannya dan berkata dengan dingin, "Kau Berikutnya, Sammy !!! "


TAMAT

NOTE : Mintalah rezeki pada Allah Swt. Karena Allah maha kuasa dan maha penyayang bagi umatnya yang taat kepadaNya. Meminta rezeki pada Nyi Blorong sama halnya dengan murtad pada Allah.

Lebih baru Lebih lama